Monday

Finally ... Edisi Terbaru Muncul :)


Alhamdulillah puji syukur atas karunia Allah SWT yang telah memudahkan urusan persalinan edisi terbaru yang telah menjadi qurotta a'yun keluarga kami.

Sabtu, 18 Oktober 2008, Pk.17.18 Waktu Kuala Lumpur. Telah hadir bayi laki-laki kami dengan Berat 3,8 Kg, Panjang 54 Cm dan alhamdulillah melalui persalinan NORMAL di Hospital Pusrawi (Pusat Rawatan Islam) Kuala Lumpur.

Insya Allah kami memberinya nama AHMAD AZIZI AHMATOVICH yang artinya Laki-laki terpuji yang Perkasa ... Insya Allah.

Mohon doanya agar kelak menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada Allah dan kedua orang tuanya .... amin.

Kami Yang Berbahagia

Ahmad, Ellina, Asa, Asykar, Aufa

Wednesday

Betahnya Janinku Di Dalam Rahim

Menunggu due date adalah pekerjaan yang tidak mudah bagi ibu yang sedang hamil tua. Begitu juga bunda, wahnan alla wahin atau lemah dan semakin bertambah lemah dalam Surat Luqman ayat 14, bunda rasakan.

Rasanya kok mau cepet2 aja dikeluarin, eh ... yang mau dikeluarin malah masih betah di dalem. Due date-nya sih kata dokter sekitar tengah Oktober. Tapi beberapa pekan lalu dokter bilang si baby sudah boleh dikeluarin karena pertimbangannya posisi sudah turun dan ketuban sudah berwarna keruh. Tapi kok bunda ga ngrasain yang namanya mules, flek, atau ketuban pecah. Jadinya bunda masih aja beraktivitas seperti biasa, dengan asumsi kalo beraktivitas nti malah bisa lebih cepet lahirannya.

Yah .. doain aja deh!

Saturday

Mohon Maaf Lahir Bathin

Free Orkut and My Space Eid Mubarak Graphics Glitters
Orkut Myspace Happy Eid Mubarak Comments & Graphics

Sunday

Marhaban Ya Ramadhan ... !!!

Assalamu'alaikum wr wb

Hiks ... tak terasa bulan yang penuh berkah ini kembali hadir menyapa kita. Rasanya senang sekali masih bisa jumpa dengannya (Insya Allah). Banyak sekali dosa dan khilaf yang harus dicuci dan di refresh kembali. Secara bunda sekarang masuk 8 bulan kehamilan, agak berat perut dan sering banget kontraksi (2 x kehamilan mau keluar tiap masuk 8 bulan). Jadi ga sempet negor sapa temen2 di blog or multiply. Setelah kemaren juga ga sempet2 ngirim postingan akibat penyakit MA (males abis.net). Tapi saat ini bunda mo ngucapin ke temen2 semua ucapan "Mohon maaf lahir bathin atas segala salah dan khilaf, Semoga kita bisa meraih maghfiroh dan kembali fitri pada moment bulan Mulia ini ... amin"

Salam
Bunda

Friday

StaTus pErkAwiNan

Pengisian kolom status perkawinan dalam KTP masih terus dipertanyakan. Pada pelaksanaannya saat ini digunakan istilah "KAWIN" bagi yang telah menikah dan "TIDAK KAWIN" bagi yang belum. Tentu saja "TIDAK KAWIN" berkonotasi orang tersebut tidak akan kawin atau tidak ada keinginan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Penggunaan istilah inilah yang terus menjadi masalah dan diperdebatkan mulai dari Bidang Kajian dan Pembinaan Bahasa Indonesia di Departemen Pengajaran Nasional hingga tingkat DPR Pusat. Banyak yang berpendapat bahwa penggunaan kata Tidak Kawin atau Kawin tidak tepat lagi.

Kajian yang telah dilakukan membawa pada kesimpulan bahwa istilah tersebut akan lebih tepat menggunakan frase lain sesuai dengan tingkat usia penduduk.Kajian yang melibatkan Pusat Kajian dan Pembinaan Bahasa serta Fakultas Sastra Indonesia dari beberapa Universitas terkemuka telah merumuskan frase-frase tersebut sesuai dengan tingkat usia. Adapun rencananya, rumusan ini akan segera diajukan ke DPR untuk digodok kembali sehingga dapat menjadi peraturan resmi atau bahkan Undang-undang yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Berikut ini adalah draft tabel rancangannya :
=================================================
USIA --------- STATUS SINGLE -------- STATUS MENIKAH
=================================================
17-20 --------- Belum kawin -------------- Keburu Kawin
21-25 --------- Kepingin Kawin ----------- Terlanjur Kawin
26-30 --------- Kapan Kawin ------------- Kenapa Kawin
31-35 --------- Nggak Sanggup Kawin ---- Telat Kawin
36-40 --------- Nggak Laku Kawin ------- Menyesal Kawin
41-45 --------- Nggak Kawin-Kawin ------ Beberapa Kali Kawin
46-50 --------- Nggak Kepingin Kawin ---- Lupa Sdh Kawin
51-60 --------- Mungkin Nggak Kawin ---- Apanya yg Kawin
60 ke atas ---- Tidak Bakal Kawin -------- Boro-boro Kawi

Hehehe..., serius amat bacanya..!

Sunday

SenYum kEmBaLi mEreKah

Seminggu lalu, ayah dapet tugas dinas ke Jakarta. Dari ahad ke ahad lagi. Dah lama bunda dan ayah ga pernah misah lebih dari seminggu. Dulu waktu di Moskow sering banget. Akibatnya kita kapok misah2 lagi. Namun, karena dinas, jadi terpaksa deh misah dulu. Karena ayah kasian liat bunda ditinggal dengan tiga anak. Jadilah si abang ayah bawa ke Jakarta, dan selama di Jakarta dititipin sama uwa-nya. Pas berangkat, bunda sedih banget karena si abang malah gembira mo diajak naik pesawat. Sempet juga bunda nangis melihat mereka menghilang di balik lift.

Selama ayah dan abang ga ada, kakak berangkat sekolah bareng tetangga yang emang sekolahnya sama. Trus pulangnya bunda jemput. Karena selama ini kakak diantar dan bareng ayah pulangnya. Rutinitas bunda ya begitu setiap hari, ternyata emang berat juga hidup tanpa suami. Bunda ngebayangin gimana temen2 bunda yang pada jadi janda secara tiba-tiba. Ga kepikir kalo mereka harus menghidupi keluarga seorang diri dan menjadi single parent.

Kalo dulu, waktu tinggal di Moskow, bunda sama ayah sering banget misah. Bahkan sempat sampe 1 tahun lamanya. Tapi saat itu ga terasa berat karena orang tua bunda masih ada. Jadi masih ada di lingkungan orang-orang tercinta. Namun setelah mereka wafat, ya .. ayahlah orang yang paling dekat dengan bunda. Jadi kerasa banget kalo jauhan sama ayah.

Ahad kemaren ayah pulang, ternyata si abang betah disana. Ga mau balik katanya :)
Ayah bareng si uwa yang emang niat dateng buat bantuin bunda dsini selama 3 bulan. Lumayan, bunda jadi bisa istirahat. Finally, bunda kembali sumringah dan lega karena ayah dah balik. Dah ada temen diskusi lagi dan temen curhat yang asyik. Kayaknya ga mau deh, lama2 pisah dari ayah dan abang.

Tuesday

AntAra mBa HTR , mBa AsMa, dAn DuRen

Seneng, cape, dan ngos-ngosan bercampur jadi satu waktu nerima dua penulis kakak beradik datang ke KL. Seneng karena ga biasanya kedatangan tamu berturut-turut penulis terkenal. Cape dan ngos-ngosan karena kondisi bunda yang masih morning sick tapi terpaksa harus menyelesaikan amanah kegiatan yang seabreg2.

Cerita tentang mereka berdua penuh kenangan banget. Terutama kisahnya bersama durian alias duren (bukan duda keren, bow). Pertama mba Helvy yang dateng, bunda sambut beliau di Aula IPS UM yang acaranya talk show tentang bukunya mba helvy. Alhmdllh mba Helvy ga keliatan cape walaupun sebenernya beliau cape abis. Karena disela2 acara 3 hari ke KL beliau msh hrs mengerjakan tugas setelahnya di acara penulis sastra Asia Tenggara di Jakarta.

Pd hari ke-3 Mba Helvy pengen banget makan duren (mintanya pas dah malem banget). Akhirnya malem2 bunda pergi ke pasar Chow Kit (pasar yg buka mpe malem), beli duren diantar sama suami tercinta (yg sabar banget mau jd supir bunda). Trus bergegas kembali ke hotel tmp mba helvy nginep end sneaking around di hotel. Karena peraturannya ga boleh menyelundupkan duren ke hotel (badung bangets ya?). Trus ngobrol deh bareng mba Helvy di kamar hotel. Seru banget obrolannya, sampe beliau meneteskan airmata denger cerita bunda waktu di Moskow. Trus beliau minta agar cerita dan pengalaman bunda dibuat tulisan ajah. Trus didedikasikan buat almarhum kedua ortu bunda. Thank Mba Helvy atas supportnya.

Beberapa hari kemudian, Mba Asma nelp bunda mengabarkan akan datang. Wuiihh .... asyik banget. Beliau mang ada acara di Pameran Buku Internasional di KL. Sponsornya penerbit Mizan. Tapi kasian banget Mba Asma, ga bunda jemput. Soalnya bunda salah denger hari kedatangan. Jadinya beliau ke hotel bareng rombongannya. Trus malemnya Mba Asma bunda culik sekitar jam 9 malem. Tentu saja yang diculik bahagia banget :) sebab malem2 bunda ajak beliau keliling KL. Foto2 di KLCC, Merdeka Square, dan last but not least MAKAN DUREN di Chow Kit.

Mantepnya, kalo Mba Helvy durennya di makan di kamar hotel (krn beliau hrs menyelesaikan tugas penting), sementara Mba Asma bunda ajak makan duren sambil nongkrong di pinggir jalan (Yeaahh!!). Tadinya, bunda khawatir beliau ga oke dengan kondisi itu. Tapi .. ya ampyuun .... malah hebohan Mba Asma, makan duren sambil foto-foto (hih...hi..hi) plus tukang durennya juga di foto :P. Mba Asma agak takjub ngelihat my 2 years little boy AUFA, makan duren lahap banget kayak makan nasi ... :P Ga habis2nya beliau foto-in Aufa yang ga peduli dengan lingkungannya (lemot abis mukanya ama duren!!).

Jam setengah 1 malem baru kita antar pulang ke hotel. Mba Asma bilang duren Malaysia enak bangets ya! (apalagi kalo gratis ..hi..hih..hi). Sehari sebelum Mba Asma pulang. Lagi2 beliau nantangin apakah masih ada duren yang akan lewat (gubraaakkkss!!). Ga nyangka banget kan? Ternyata duren freak deh Mba Asma. Malemnya, bunda bawain lagi tu sepasukan duren enak banget. Tapi makannya ga di hotel krn malam itu Mba Asma diinapkan di rumah temen bunda. Jadinya jadilah malam itu kita ngobrol mpe malem bertemankan duren (yummmy!!). Karena bunda juga duren mania, ga sadar kalo lagi hamil. Makan duren lancar banget ga pake rem. Ayah cuma bengong aja liat bunda kalap makan duren. Trus Mba Asma bilang, bumil cukup makan durennya. Trus bilang ke ayah bahwa mereka harus menghabiskan duren-duren itu karena ntar bumil-nya ga berhenti juga. Walaahhh .... Tapi malem itu puas banget ngobrolnya. Ga sadar kalo bertahak bau durenn .... :P (cwiing .. kabuuur!!!).

Wassalam
Bunda